Discover millions of ebooks, audiobooks, and so much more with a free trial

Only $11.99/month after trial. Cancel anytime.

Islam Dan Akal Sehat: Versi Lengkap
Islam Dan Akal Sehat: Versi Lengkap
Islam Dan Akal Sehat: Versi Lengkap
Ebook703 pages10 hours

Islam Dan Akal Sehat: Versi Lengkap

Rating: 3 out of 5 stars

3/5

()

Read preview

About this ebook

Buku digital “Islam Dan Akal Sehat” ini, pada dasarnya adalah transkrip yang dilengkapi link video dari semua video seri “Islam Dan Akal Sehat” nomor 1 sampai 50 (total 64 video) yang sudah pernah dipublikasikan melalui channel Crusader Network di youtube.

Ada dua tujuan sekaligus yang ingin dicapai mealui penerbitan buku ini: membongkar kepalsuan dan kesesatan ajaran Islam dan meneguhkan kebenaran iman Kristen. Semuanya dilakukan dengan pendekatan yang rasional dan disajikan dalam bentuk animasi whiteboard sehingga mudah dipahami oleh siapa saja yang berpikiran terbuka.

Kami berharap penerbitan buku digitas ini dapat memberikan kontribusi, biarpun sedikit, bagi perjuangan umat Tuhan dalam mempertanggungjawabkan iman Kristen di tengah saudara-saudara kita mayoritas muslim.

LanguageBahasa indonesia
Release dateMar 7, 2022
ISBN9781005859626
Islam Dan Akal Sehat: Versi Lengkap
Author

Agustinus Daniel

Agustinus Daniel adalah nama pena dari pemilik channel youtube bernama: Crusader Network. Tujuan channel ini adalah untuk meneguhkan kembali iman Kristen di tengah dunia yang semakin tidak mengenal TUHAN yang benar.

Read more from Agustinus Daniel

Related to Islam Dan Akal Sehat

Related ebooks

Religion & Spirituality For You

View More

Reviews for Islam Dan Akal Sehat

Rating: 3 out of 5 stars
3/5

6 ratings2 reviews

What did you think?

Tap to rate

Review must be at least 10 words

  • Rating: 1 out of 5 stars
    1/5
    Kristod ngelawak Tuhan lu ada di tiang jemuran buruan turunin
  • Rating: 5 out of 5 stars
    5/5
    bagus dan memperluas wawasan, yang dijelaskan benar benar masuk akal sehat

    1 person found this helpful

Book preview

Islam Dan Akal Sehat - Agustinus Daniel

Kata Pengantar

E-book ini merupakan kumpulan dari seluruh video dan transkrip dari seri video Islam Dan Akal Sehat yang pernah dipublikasikan di youtube sejak tahun 2016 hingga 2021 di channel Crusader Network.

Sayang sekali kebijakan komunitas di youtube dalam setahun terakhir tidak memungkinkan kami untuk terus mempublikasikan video-video seri ini. Banyak episode yang dihapus secara sepihak oleh youtube.

Akhirnya untuk menghindari dampak yang merugikan bagi kelangsungan channel Crusader Network, kami memutuskan untuk menghapus video-video seri Islam Dan Akal Sehat dari youtube. Untuk selanjutnya kami mengkompilasi seluruh video seri tersebut, lengkap dengan transkripnya, dalam sebuah ebook sehingga karya ini tetap tersedia bagi mereka yang membutuhkannya.

Materi dari seri video Islam Dan Akal Sehat adalah apologetika kontra Islam yang dikemas dalam animasi whiteboard sehingga mudah dicerna oleh pemirsa. Topik yang dibahas cukup bervariasi dan lengkap, mulai dari kenabian Muhamad, konsep tauhid, Alquran, ajaran moral, dan sebagainya. Ini membuat seri video Islam Dan Akal Sehat layak untuk menjadi sumber referensi popular dalam apologetika kontra Islam.

Kiranya karya ini dapat menjadi berkat bagi anda!

Viva Christo Rey!

Bab 1

Kesesatan Konsep Tauhid

Video:

https://idas2021.blogspot.com/p/idas-1.html

Diantara ketiga agama keturunan Abraham, Islam adalah yang termuda. Sering mempromosikan dirinya sebagai agama damai, namun dalam kenyataannya Islam sangat dekat dengan kekerasan. Hampir semua kegiatan terorisme dalam 50 tahun terakhir berkaitan dengan Islam.

Ada fakta yang cukup menarik, mereka yang terlibat dalam kasus terorisme, baik langsung ataupun sekedar bersimpati, umumnya Muslim yang cukup taat dan memiliki pemahaman lebih dibanding dengan Muslim kebanyakan. Contoh kongkritnya, Abu Bakar Al Baghdadi pemimpin ISIS adalah seorang akademisi bergelar PhD dalam ilmu keIslaman. Ini mengindikasikan bahwa sumber kekerasan tersebut kemungkinan besar berasal dari ajaran Islam itu sendiri. Ini berbeda dengan apa yang sering diungkapkan oleh para apologis Islam yang mengatakan bahwa terorisme yang mengatasnamakan Islam adalah akibat salah tafsir

Apalagi hal ini diperkuat oleh fakta sejarah, bahwa sejak awal berdirinya Islam tidak pernah lepas dari penggunaan kekerasan dalam upaya penyebarannya. Muhamad, pendiri Islam, tangannya penuh berlumuran darah dari orang-orang yang dianggapnya menghalangi penyebaran Islam atau dari orang-orang yang sekedar mengolok-olok dirinya.

Ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah agama yang begitu kental dengan penggunaan kekerasan ini berasal dari Tuhan Sang Pencipta? Akal sehat kita sulit menerima kenyataan yang kontradiktif ini...

Lupakan klaim bombastis para juru dakwah ataupun ustad-ustad yang mengatakan Islam sebagai agama yang paling benar dan bertugas meluruskan semua kekeliruan agama-agama sebelumnya. Itu propaganda dan kebohongan tanpa dasar yang dirancang untuk mencuci otak orang-orang yang tidak berani berpikir kritis dalam perkara-perkara iman. Jika saja kita mau bersikap kritis dan menguji pokok-pokok ajaran Islam dengan keterbukaan dan kejujuran, kita akan menemukan kesalahan-kesalahan mendasar yang ada di dalamnya.

Sebenarnya ada banyak sekali kekeliruan di dalam Islam. Saya akan mulai dari yang paling mendasar: kekeliruan konsep tauhid.

Seperti pada kedua agama sebelumnya Islam juga bersifat monotheistik, yaitu percaya pada satu Tuhan. Akan tetapi ketiganya memiliki perbedaan. Sejak Abraham hingga sebelum kedatangan Yesus, semua bangsa Yahudi, yaitu keturunan Abraham dari garis Ishak dan Yakub, percaya pada satu Tuhan Sang Pencipta dalam konsep monotheisme sederhana sebagaimana yang diajarkan oleh para nabi.

Setelah Yesus datang dan memberitakan Injil, konsep ketuhanan yang monotheis ini mengalami perkembangan baru: yaitu Allah yang esa dalam tiga pribadi. Konsep ini kemudian dikenal sebagai monotheisme trinitarian.

Sebenarnya, monotheisme trinitarian bukanlah penyimpangan dari monoteosme Yahudi sebagaimana yang sering diasumsikan oleh kebanyakan Muslim. Sebaliknya konsep ini adalah perkembangan yang konsisten dari konsep ketuhanan yang sebelumnya. Karena keterbatasan manusia dalam memahami kebenaran, Tuhan mengungkapkan Diri-Nya kepada manusia secara bertahap. Dan konsep monotheisme trinitarian adalah tahap akhir dari rangkaian pengungkapan jati diri Tuhan di sepanjang sejarah manusia. Konsep monotheisme trinitarian ini memungkinkan manusia dapat mengenal Tuhan dengan lebih baik dibanding apa yang dapat dikenal oleh para nabi.

Konsep keesaan Tuhan yang memiliki pribadi lebih dari satu sebenarnya sudah terungkap dalam Kitab Kejadian sewaktu Tuhan mengatakan, Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita... (Kej. 1:26). Kata kita disini jelas merujuk pada pribadi yag lebih dari satu. Jadi fakta mengenai monotheisme trinitarian atau Tuhan yang esa tapi tidak berpribadi tunggal sesungguhnya sudah dinyatakan secara samar-samar dalam Kitab Kejadian. Namun fakta ini belum dapat diterima sebagai kebenaran oleh prang-orang Yahudi sebelum kedatangan Yesus. Ini dapat dimengerti karena tanpa kedatangan Yesus, konsep monotheisme trinitarian dapat dengan mudah disalahpahami sebagai politheisme. Dan ini tidak dikehendaki Tuhan.

Setelah Yesus, salah satu pribadi Allah, berinkarnasi menjadi manusia, barulah fakta monotheisme trinitarian dapat diterima sebagai kebenaran. Jadi bisa dikatakan bahwa monotheisme Yahudi adalah monotheisme pra-trinitarian. Yaitu tahap persiapan untuk mengenal Allah Tritunggal.

Sementara itu Islam yang muncul beberapa abad setelah inkarnasi Yesus Sang Putra Allah mengajarkan konsep monotheisme yang berbeda. Mengapa demikian? Muhamad yang hidup di tanah Arab tidak memahami tradisi pemikiran Yahudi maupun Kristen. Bahkan sebelum menerima konsep monotheisme, Muhamad adalah seorang penyembah berhala.

Ya benar.. Muhamad, nabi Islam, sebelumnya hanyalah seorang penyembah berhala, sama seperti kebanyakan orang Arab di Mekah pada waktu itu. Tercatat dalam Hadis bahwa Muhamad sering mencium batu hitam Hajar Aswad mengikuti tradisi penyembahan berhala nenek-moyangnya. Ini adalah bukti bahwa Muhamad adalah seorang penyembah berhala. Dan ironisny, kebiasaan penyembahan berhala ini terus diikuti Muslim dalam ritual Ibadah Haji sampai hari ini, minimal sekali seumur hidup jika mereka mampu!

Pergaulannya dengan orang-orang Yahudi maupun Kristen membuat Muhamad tertarik pada konsep monotheisme. Namun karena pemahamannya tidak lengkap atau sepotong-sepotong, maka Muhamad tidak mampu mengadopsi monotheisme pra-trinitarian ala Yahudi maupun moniteisme trinitarian Kristen. Dia malah mengembangkan monotheismenya sendiri yang menurutnya benar, yaitu monotheisme unitarian. Monotheisme untarian ala Muhamad ini hanyalah penyederhanaan dari paham politheisme bangsanya: dari menyembah banyak dewa menjadi hanya satu dewa yang disebutnya sebagai Allah SWT. Konsep monotheisme dangkal dan keliru ini kemudian dibangga-banggakan Muslim sebagai konsep yang paling benar. Mereka menyebutnya tauhid.

Lalu dimana kelirunya konsep monotheisme tauhid ini?

Konsep mooteisme tauhid ini salah karena bertentangan dengan sifat Allah yang Maha Sempurna. Coba kta bayangkan seperti apakah tuhan unitarian sebelum dia menciptakan segala sesuatu? Tidak ada apapun selain dia! Tuhan unitarian adalah tuhan yang maha kesepian. Dalam Alquran dikatakan demikian,

..Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah aku.. (Q51:56).

Menurut Alquran, tuhan unitarian menciptakan manusia dan jin untuk menyembahnya. Dengan demikian tuhan unitarian membutuhkan ciptaan untuk menyembahnya. Sementara sebelum ada ciptaan, tuhan unitarian kesepian karena tidak ada apapun juga selain dirinya sendiri. Maka dapat kita katakan bahwa tuhan unitarian, bukanlah tuhan yang sempurna dan sudah tercukupi dengan dirinya sendiri sehingga ia butuh ciptaan untuk menyembahnya. Atau dengan kata lain tuhan unitarian tidak mungkin tuhan yang sempurna. Berdasarkan ini dapat kita simpulkan bahwa konsep tauhid Islam adalah konsep ketuhanan yang salah.

Mari kita bandingkan dengan konsep monotheisme trinitarian!

Sebelum adanya ciptaan Tuhan trinitarian atau Allah Tritunggal sudah sempurna dengan Diri-Nya sendiri dan tidak membutuhkan adanya ciptaan. Dalam Allah Tritunggal Bapa mengasihi Putra dan Roh Kudus, Putra mengasihi Bapa dan Roh kudus dan Roh Kudus mengasihi Bapa dan Putra. Ketiga pribadi Allah Tritunggal hidup dalam kekudusan dan kasih yang sempurna. Allah Tritunggal sudah tercukupi dalam Diri-Nya sendiri dan hidup dalam kesempurnaan sebelum adanya ciptaan. Dengan demikian Allah Tritunggal adalah Tuhan yang sempurna. Ini konsep ketuhanan yang benar dan dalam konsep ketuhanan inilah Allah ingin manusia mengenal Dia.

Lalu apa bedanya monotheisme pra-trinitarian Yahudi dan monotheisme unitarian Islam? Bedanya seperti langit dan bumi!

Moniteisme pra-trintarian Yahudi adalah konsep ketuhanan yang benar namun belum lengkap. Bagaimanapun konsep monotheisme Yahudi mengakui adanya pribadi Allah yang tidak tunggal. Sementara itu konsep monotheisme unitarian atau tauhid dalam Islam adalah konsep ketuhanan yang salah!

Jika konsep ketuhanannya saja sudah salah, bisa dibayangkan betapa sesatnya ajaran agama Islam! Kesesatan mereka tidak ada bedanya dengan ajaran pagan penyembah berhala yang mereka musuhi! Mereka (Islam dan pagan) sama-sama menyembah tuhan yang salah dan sama-sama tidak berasal dari Tuhan! Bedanya, Islam lebih brutal dan merasa benar!

Jadi semuanya bisa saya ringkaskan demikian:

Konsep ketuhanan yang diterima oleh agama Yahudi adalah konsep monotheisme pra-trinitarian. Ini adalah konsep ketuhanan yang benar tapi belum lengkap. Sedangkan konsep ketuhanan yang diterima oleh Kristen adalah moniteisme trinitarian. Ini adalah konsep ketuhanan yang benar, sempurna, dan sudah final. Dalam konsep inilah Tuhan ingin manusia mengenal dan mengasihi Dia.

Sementara itu konsep ketuhanan yang dipahami Islam adalah konsep ketuhanan unitarian atau tauhid. Ini adalah konsep ketuhanan yang menyimpang dari ajaran Tuhan sebelumnya. Penjelasan paling masuk akal mengapa Islam mengajaran konsep ini adalah untuk menyesatkan manusia dari konsep monotheisme trinitarian yang sudah final!

Jika konsep ketuhanannya saja sudah salah, maka tidak perlu heran jika ajarannya juga salah dan mengarahkan orang pada kultur kekerasan serta kematian. Karena Tuhan tidak mungkin mengajarkan yang salah maka bisa disimpulkan bahwa ajaran Islam tidak mungkin berasal dari Tuhan.

Bagi saudara-saudaraku kaum Muslim, sudah jelas bahwa konsep tauhid yang diajarkan salam Islam adalah konsep ketuhanan yang salah. Sebaliknya konsep monotheisme trinitarian yang diajarkan dalam Kristen adalah konsep ketuhanan yang benar dan konsisten dengan rangkaian pewahyuan dari seluruh nabi-nabi. Jika ada ajaran yang benar mengapa anda masih terus mengikuti ajaran yang salah? Masih ada waktu untuk berubah, jangan disia-siakan.

Bab 2

Tujuan Hidup Dalam Islam

Video:

https://idas2021.blogspot.com/p/idas-2.html

Kesalahan fatal dalam konsep tauhid Islam berdampak panjang. Ajaran Islam juga otomatis ikut tersesatkan. Salah satu yang pentng adalah mengenai tujuan hidup manusia.

Kita akan fokus pada ayat ini:

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Aku... (Q51:56)

Menurut Islam Tuhan memang tidak menciptakan manusia untuk tujuan apapun selain untuk menyembah dia.

Itu adalah tujuan hidup satu-satunya menurut Alquran. Dan itu juga berarti tujuan hidup yang tertinggi dalam Islam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh pesan Alquran pada dasarnya mengajarkan manusia untuk menyembah Tuhan.

Jika manusia menurut Islam diciptakan bagi Tuhan, ada beberapa alternatif yang mungkin:

1. Mencintai Tuhan

2. Melayani Tuhan

3. Menyembah Tuhan

Mereka yang mencintai adalah orang-orang yang ada di lingkaran dalam seperti keluarga, sahabat dan orang-orang kepercayaan. Mereka yang melayani adalah para pekerja, pembantu, dan orang-orang upahan. Sedangkan yang menyembah adalah para budak dan orang-orang jajahan. Ironisnya, menurut Islam Allah SWT memilih yang terrendah bagi ciptaannya yang terbaik, yaitu untuk menyembah dia.

Memang benar manusia harus menyembah Tuhan. Tapi apakah hanya untuk itu manusia diciptakan? Itu terlalu dangkal! Akibat tujuan hidup yang dangkal ini maka relasi antara manusia dengan Tuhan dalam Islam juga menjadi relasi yang sangat dangkal, yaitu relasi antara hamba dengan tuan. Ini sebuah kesalahan fatal yang harus dibayar mahal.

Konsekuensi dari relasi yang dangkal ini, Muslim tidak merasa perlu untuk mengenal Tuhan dengan sebaik-baiknya. Nggak penting bagi hamba dan budak untuk mengenal tuannya. Yang penting bagi mereka adalah melakukan segala kewajiban dan perintah yang sudah ditetapkan untuk menyembah Tuhan. Begitulah dalam Islam!

Sebenarya sangat berbahaya menyembah Tuhan tanpa mengenal-Nya. Manusia bisa menyembah Tuhan dengan cara yang salah dengan dalih menjalankan perintah Tuhan. Ini dapat terjadi karena tanpa mengenal Tuhan, manusia cenderung menjalankan perintah yang diberikan tanpa mengerti apa yang sesungguhnya dikehendaki Tuhan. Tidak perlu heran jika banyak Muslim yang terjebak dalam mentalitas penjilat yang siap melakukan apapun demi menyembah Allahnya. Termasuk melakukan teror dan membunuh orang-orang yang tidak seagama. Manusia dengan mentalitas budak dan penjilat inikah ciptaan terbaik Tuhan? Tidak masuk akal!

Jika Tuhan itu Maha Pencipta, tentu Dia dapat menciptakan manusia dengan tujuan yang lebih baik dari sekedar untuk menyemah Dia. Sayangnya Allah SWT bukanlah Tuhan yang sempurna sehingga dia tidak dapat memberikan tujuan hidup yang sempurna bagi manusia.

Apakah Muslim tidak bisa mengasihi Tuhan? Harusnya bisa! Tapi karena itu bukan tujuan hidup yang dinyatakan dalam Alquran maka itu tidak terpukirkan dan menjadi prioritas bagi Muslim. Alquran tidak mengajarkan manusia untuk mengenal dan mengasihi Tuhan. Yang diajarkan Alquran pada intinya adalah bagaimana untuk menjadi taat dan menyembah Tuhan karena itu adalah satu-satunya tujuan hidup manusia diciptakan menurut Islam.

Jadi tidak perlu heran jika sangat jarang Muslim yang berbicara soal mencintai atau mengasihi Tuhan. Yang mereka pikirkan dan mereka ketahui adalah taat pada kewajiban demi untuk menyembah Tuhan. Dan mereka siap melakukan apapun untuk itu. Menurut Muslim mengasihi Tuhan itu tidak Islami! Menyembah Tuhan, barulah Islami!

Ya, mentalitas Muslim memang tidak lebih dari mentalitas budak.

Untuk mendapatkan gambaran betapa parahnya ajaran Islam, kita akan membandingkannya dengan ajaran Kristen.

Dalam bab yang pertama sudah saya jelaskan bahwa Allah Tritunggal itu sempurna sejak sebelum ada ciptaan. Dan Dia tidak membutuhkan apapun dari ciptaan-Nya. Jika Tuhan tidak membutuhkan apapun dari ciptaan-Nya, lalu untuk apa Dia menciptakan manusia?

Bayangkan seorang pelukis yang sangat mapan dan tidak membutuhkan uang lagi tapi ia masih tetap melukis. Untuk apa ia melukis jika ia tidak butuh uang? Jawabannya, ia melukis bukan karena ia butuh sesuatu, tapi karena ia ingin mengekspresikan rasa seninya.

Begitu juga dengan Allah Tritunggal yang sempurna. Dia menciptakan manusia bukan karena Dia butuh sesuatu dari manusia tapi karena Dia ingin mengekspresikan kemuliaan-Nya dalam ciptaan.

Jadi dalam pandangan Kristen manusia tidak diciptakan untuk menyembah Tuhan. Bahkan manusia tidak diciptakan untuk mengasihi Tuhan karena Allah Tritunggal yang sempurna tidak membutuhkan apapun dari manusia. Termasuk tidak membutuhkan kasih manusia! Jauh lebih tinggi dari itu semua, manusia diciptakan untuk menjadi ekspresi kemuliaan Tuhan. Itulah martabat yang pantas bagi ciptaan terbaik Tuhan dan itulah tujuan hidup manusia yang tertinggi. Tidak mungkin ada tujuan hidup yang lebih tinggi dari ini.

Inilah tantangan saya: silahkan kumpulkan ulama-ulama dan sarjana-sarjana terbaik Islam dari seluruh dunia, kalau perlu mintalah Muhamad, nabi Islam, untuk datang lagi ke bumi. Sampai kapanpun Islam tidak akan mampu mendefinisikan tujuan hidup yang lebih tinggi dari ini. Karena tidak ada tujuan hidup manusia yang lebih tinggi dari ini maka bisa kita pastikan bahwa menjadi ekspresi kemuliaan Tuhan adalah tujuan hidup manusia yang tertinggi dan universal. Yaitu tujuan hidup yang tekah ditetapkan oleh Tuhan sendiri bagi ciptaan terbaik-Nya.

Itulah sebabnya dalam Kitab Kejadian dikatakan bahwa manusia diciptakan sebagai citra Allah, yaitu ciptaan yang serupa dengan gambar dan rupa Tuhan sendiri (Kej. 1:26). Juga dalam Injil dikatakan bahwa manusia harus sempurna seperti Bapa di dalam surga (Mat.5:48). Karena hanya dengan menjadi sempurna sebagai citra Allah saja maka manusia akan dapat menjadikan dirinya sebagai ekspresi kemuliaan Tuhan yang sempurna.

Membandingkan tujuan hidup manusia menurut Kristen dan Islam bagaikan membandingkan langit dan bumi. Jauh sekali bedanya.

Lalu mengapa manusia harus menyembah Tuhan jika bukan itu tujuan hidupnya? Mengapa manusia harus mengasihi Tuhan dan sesama? Kristen mengajarkan manusia untuk menyembah Tuhan, mengenal dan mengasihi Tuhan, mengasihi sesama, dan juga untuk hidup suci karena hanya dengan cara demikian hidup manusia akan menjadi ekspresi kemuliaan Tuhan. Hukum Kasih diberikan kepada manusia bukan karena Tuhan membutuhkan sesuatu dari manusia melainkan supaya hidup manusia menjadi ekspresi dari kemuliaan-Nya. Selain itu dalam ajaran Kristen Tuhan juga tidak menghendaki manusia untuk hidup dengan mentalitas budak seperti yang diajarkan Islam. Karena hanya manusia merdeka saja yang dapat menjadi ekspresi kemuliaan Tuhan. Ini sangat luar biasa!

Bandingkan ini dengan Islam yang hanya mengajarkan manusia un