Discover millions of ebooks, audiobooks, and so much more with a free trial

Only $11.99/month after trial. Cancel anytime.

40 “Jurus Mabuk” Menulis: Panduan Menulis untuk Pemula
40 “Jurus Mabuk” Menulis: Panduan Menulis untuk Pemula
40 “Jurus Mabuk” Menulis: Panduan Menulis untuk Pemula
Ebook186 pages2 hours

40 “Jurus Mabuk” Menulis: Panduan Menulis untuk Pemula

Rating: 4 out of 5 stars

4/5

()

Read preview

About this ebook

Buku ini berupa panduan menulis dan menerbitkan buku,yang dianalogikan dengan sejumlah falsafah yang berlaku dalam cerita silat.

 

Buku ini membahas berbagai hal terkait menulis dan penerbitan buku, seperti bagaimana menulis buku fiksi dan non fiksi, bagaimana mencari ide, mengedit, serta paparan langkah praktis menerbitkan buku, baik buku cetak maupun digital.

 

Buku ini ditulis oleh seseorang yang punya pengalaman bertahun-tahun menulis buku yang diterbitkan penerbit terkemuka dan menerbitkan buku digital di sejumlah ritel. Penulis buku ini telah menerbitkan 85 buku digital baik yang berbahasa Inggris maupun Indonesia.

 

Buku ini penting untuk dibaca oleh mereka yang ingin menulis dan menerbitkan buku...

LanguageBahasa indonesia
Release dateJul 1, 2020
ISBN9781393802266
40 “Jurus Mabuk” Menulis: Panduan Menulis untuk Pemula

Read more from Fary Sj Oroh

Related to 40 “Jurus Mabuk” Menulis

Related ebooks

Reviews for 40 “Jurus Mabuk” Menulis

Rating: 4 out of 5 stars
4/5

10 ratings0 reviews

What did you think?

Tap to rate

Review must be at least 10 words

    Book preview

    40 “Jurus Mabuk” Menulis - FARY SJ OROH

    Diterbitkan oleh

    Daun Ilalang Publishing

    ––––––––

    Hak Cipta Dilindungi Undang-undang

    Dilarang mengutip atau memperbanyak

    sebagian atau seluruh isi buku ini

    tanpa izin tertulis dari Penerbit

    Foto Cover diambil dari Unsplash

    karya Jason Briscoe

    Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah

    ~ Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca

    Ucapan Terima Kasih

    -  Pertama dan yang terutama, Tuhan Yesus Kristus yang memberi nafas kehidupan, yang memberi beragam ide sehingga buku ini bisa dibuat

    -  Pengarang cerita silat, terutama Asmaraman Sukowati Kho Ping Ho, atas beragam karya yang memperkenalkan dunia persilatan beserta pernik dan juga falsafah beladiri. Juga para pengarang lain seperti Chin Yung, Khu Lung dan Arswendo Atmowiloto yang memberi variasi dan menawarkan dunia persilatan yang berbeda dengan ciri yang berbeda.

    -  Teman-teman sesama penulis dan rekan jurnalis yang terlibat dalam diskusi secara pribadi tentang proses penulisan dan pembuatan buku digital: Yudhy, Vivi, Friko, Alex, Jeffry, Rosita, Sandra, Wendy, yang mengilhami saya untuk membuat buku ini

    -  Orang tuaku Hendrik L Oroh dan Susje M Tumundo serta Sammy Pasulatan (alm) dan Jeane Wuwungan, dan adik-adik Deiby-Jacky, Lucy-Ryan, Syulce-Huygens serta para kerabat atas dukungan dan dorongan

    -  Istriku Fione S Pasulatan serta para malaekatku: Nathanael, Cyra dan Rael atas pengertian dan dukungan tanpa henti

    -  Teman-teman di harian Metro: Bos Jemmy ‘Bugsy’ Saroinsong, bos Raymond Pasla, bos Agustinus Randang, Reynald Pangaila, Hence Poli, Lynvia Gunde, Fransiskus Talokon, Yoseph Ikanubun, Devie Bawotong dan teman lain yang namanya tak disebut, atas dukungannya selama ini...

    -  Teman-teman di grup LTDKM: Bos Dio, Vero, Jeane, Melfi, Bobby, John, Lily, Adhy, Dede, Ira, Oz, beserta Rafaela, Jeje dan rekan lain yang tak bisa disebut satu demi satu, atas dorongannya sehingga buku ini bisa diselesaikan

    -  Semua teman, sahabat, kerabat baik di dunia nyata maupun di dunia nyata, atas bantuan dan topangan selama buku ini dalam proses penulisan

    Jurus Pembuka

    Saya ingin menulis buku. Bagaimana saya memulai?

    Menulis buku itu pasti sulit ya? Apa ada kiat-kiatnya?

    Kamu udah bikin banyak buku ya? Ajarin dong...

    Kalimat di atas hanya tiga dari beragam pertanyaan yang diajukan beberapa teman kepada saya, baik melalui pesan pribadi maupun di kolom komentar media sosial. Yang bertanya tak hanya mereka yang saya kenal. Ada juga yang belum atau baru kenal.

    Sebisa mungkin saya berusaha meemberi jawaban. Terutama karena saya memang pikir bisa memberikan jawaban. Namun memberikan jawaban yang sama kepada orang yang berbeda pada akhirnya cukup menyita waktu.

    Karena itu, saya memutuskan untuk membuat satu buku yang merangkum semua jawaban yang biasa saya ungkap kepada teman penanya. Supaya menjadi sedikit berbeda, saya sengaja menganalogikan paparan saya dengan jurus mabuk dalam ilmu beladiri.

    Jadi, pada masing-masing pembahasan dalam buku ini dibagi dalam jurus. Ada empatpuluh (40) jurus yang dibahas. Ada jurus tertentu yang pembahasannya panjang lebar dan ada yang singkat dan seperlunya.

    Judul buku ini terinspirasi dari buku yang saya tulis dan diterbitkan Elex Media Komputindo pada tahun 2012 lalu, berjudul 66 Jurus Mabuk Buat Ngeblog. Jadi formatnya sama. Pada bagian awal setiap jurus saya memaparkan fakta yang terjadi di dunia persilatan. Saya kemudian mengkomparasikan dengan panduan menulis.

    Konsep awal, buku ini hanya memuat 35 jurus. Namun dalam perkembangannya kemudian, ada tambahan beberapa jurus dan menjadi 40.

    Beragam teori dan falsafah mengenai ilmu silat saya rangkum berdasarkan pengalaman membaca cerita silat (cersil) yang saya lakoni sejak kelas 2 SMP, puluhan tahun lalu. Sementara untuk teori menulis buku merupakan rangkuman pengalaman menulis 12 buku yang dicetak dan diterbitkan Elex Media Komputindo, dan 85 buku digital yang dijual di Google Play Book, iBook Apple, Scribd, Amazon dan sejumlah ritel lain.

    Pengalaman saya tak hanya sekedar menulis dan menerbitkan. Saya juga telah merintis bisnis penerbitan buku digital. Selama beberapa tahun terakhir, saya rutin mendapatkan gaji berupa royalti dari buku digital yang terjual. Rata-rata setiap bulan saya mendapatkan pemasukan bersih sebesar 9 hingga 10 juta rupiah. Memang belum tergolong wah, namun cukup lumayan untuk tambahan penghasilan. Apalagi mayoritas royalti itu berasal dari buku digital yang dijual bertahun lalu.

    Pengalaman saya selama menerbitkan buku digital dalam kaitan dengan bisnis buku digital juga saya bahas dalam buku ini.

    Tentu saja, sebagai karya manusia yang tidak sempurna, buku ini jauh dari sempurna. Karena itu, kritik serta masukan dari Anda, pembaca, sangat diharapkan. Kritik serta masukan (termasuk pertanyaan jika ada) bisa disampaikan melalui email faryoroh(at)gmail(dot)com, atau pada blog pribadi saya, www.faryoroh.com. Atau pada kolom komentar akun Facebook saya, www.facebook.com/waraneyminahasa.

    Akhir kata, selamat membaca, selamat menekuni jurus demi jurus yang dipaparkan dalam buku ini. Setelah selesai membaca, Anda sudah memiliki semua teori untuk menulis buku.

    Jadi, setelah membaca tuntas buku ini, segeralah menulis buku!!

    Salam,

    Fary SJ Oroh

    Jurus 1

    Api Suci Membakar Tubuh

    DI dunia persilatan, sebuah ilmu diwariskan dalam beberapa cara. Ada yang diwariskan secara individu, ketika satu guru mewariskan ilmunya kepada satu murid, seperti yang dilakukan Cia Keng Hong yang mewariskan ilmunya kepada Cia Bun How putranya, dalam kisah Dewi Maut karangan Kho Ping Ho

    Selain secara individu, ilmu beladiri juga bisa diajarkan kepada banyak orang. Seperti yang dilakukan Cia Keng Hong, dalam kapasitas sebagai ketua perguruan yang mewariskan ilmunya kepada puluhan murid Cin-ling-pay.

    Ilmu yang diwariskan baik secara individu kepada Bun Houw maupun bersama ini kemudian digunakan sebagai bekal untuk memberantas kejahatan. Baik Bun Houw maupun para murid Cin-ling-pay kemudian dikenal sebagai pendekar pembasmi kejahatan yang banyak menebar kebaikan.

    Metode pewarisan ilmu pengetahuan masih berlangsung hingga kini. Buku, menjadi salah satu sarana pewarisan pengetahuan.

    Kemajuan teknologi membuat buku mampu mengubah bagaimana informasi dan pembelajaran disampaikan. Pada metode tradisional, sebuah pengetahuan diwariskan secara pribadi, person to person.

    school-1782427_1920.jpg

    Ada juga metode pembelajaran di kelas, ketika ada guru yang mengajar ke banyak orang. Pada buku, ketika Anda memformulasikan semua pengetahuan pada satu buku, hal itu bisa memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.

    Buku bisa memengaruhi tiga kelompok orang. Pertama, buku bisa memengaruhi sekitar 200 orang, yakni kerabat dan teman dekat. Mereka adalah orang yang berinteraksi dan melakukan kontak erat dengan Anda, ketika Anda menulis hingga menyelesaikan buku. Hidup mereka berubah karena Anda melakukan hal yang mustahil, yakni menulis buku.

    Kelompok kedua adalah pembaca, yang jumlahnya sekitar seribu orang, bahkan bisa puluhan ribu hingga jutaan. Mereka adalah pihak yang membeli buku yang Anda tulis, dan hidup mereka berubah setelah membaca buku itu.

    Kelompok ketiga adalah satu orang, yang bisa saja adalah kerabat, atau pembaca, yang hidupnya benar-benar berubah setelah membaca buku yang Anda tulis. Mungkin berat badannya berkurang setelah membaca tip yang Anda tulis tentang metode menurunkan berat badan. Mungkin dia mendapatkan motivasi untuk melakukan sesuatu yang selama ini dianggap mustahil. Mungkin dia mendapatkan pencerahan atau hiburan yang melegakan batinnya setelah membaca buku Anda, atau yang semacam itu.

    Jadi, satu buku bisa memengaruhi banyak orang.

    Karena itu, jika Anda bisa menulis, ada baiknya jika Anda mempertimbangkan untuk menulis buku. Anda bisa menulis buku nonfiksi. Anda juga bisa menulis buku fiksi.

    Dengan menulis buku, baik fiksi maupun nonfiksi, Anda akan membagi pengetahuan. Anda bisa membantu memecahkan masalah yang dihadapi orang lain. Anda bisa menghibur orang lain, membuat mereka tertawa, terharu dan terhanyut dalam kisah yang ditulis.

    Jika Anda menerbitkan buku dalam format digital, buku itu akan tetap bisa dibeli oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. Dengan menjual versi digital, buku Anda bisa dibeli orang bahkan ketika Anda sedang tidur!! <>

    Jurus 2

    Anggrek Pereguk Sumsum

    MELIHAT kehebatan para pendekar yang memberantas kejahatan, banyak orang yang ingin melakukan hal yang sama. Banyak orang yang juga ingin menjadi pendekar. Mereka ingin mempelajari ilmu silat.

    Namun, bagi banyak orang, keinginan tak selamanya dituntaskan dengan tindakan. Banyak yang akhirnya memutuskan untuk tidak jadi belajar silat, karena merasa tidak sanggup. Banyak yang berpikir bahwa untuk menjadi pendekar yang hebat itu sangat sukar. Latihan yang harus dihadapi itu sangat berat.

    Fenomena serupa terjadi dalam kaitan dengan penulisan buku. Menurut New York Times, sekitar 80 persen orang Amerika Serikat ingin menulis buku, namun tak sampai 1 persen yang benar-benar melakukannya. Kenapa? Karena ada dua mitos yang selama ini menjadi penghalang.

    Mitos pertama, Anda harus bekerjasama dengan penerbit besar untuk menerbitkan buku.

    Dulu, untuk bisa menerbitkan buku, Anda memang harus bekerja sama dengan penerbit besar. Merekalah yang menentukan apakah buku yang ditulis itu layak diterbitkan atau tidak. Saat itu, toko buku merupakan satu-satunya tempat untuk menjual buku.

    Dewasa ini, sekitar 70 persen buku yang beredar di planet bumi  dijual di Amazon, dan sebagian besar berupa buku digital. Di Amazon, Anda tak perlu penerbit untuk bisa menerbitkan buku di sana.

    Hal yang sama berlaku pada Google Play Books, iTunes Apple, Kobo dan sejumlah ritel lain. Anda tak perlu perantaraan penerbit untuk menerbitkan buku. Anda adalah penerbit. Anda bisa

    Enjoying the preview?
    Page 1 of 1