Discover millions of ebooks, audiobooks, and so much more with a free trial

Only $11.99/month after trial. Cancel anytime.

Yerry Pattinasarany: Pesan Restorasi
Yerry Pattinasarany: Pesan Restorasi
Yerry Pattinasarany: Pesan Restorasi
Ebook82 pages1 hour

Yerry Pattinasarany: Pesan Restorasi

Rating: 3.5 out of 5 stars

3.5/5

()

Read preview

About this ebook

Karya ini menyajikan sebuah cerita kehidupan Yerry dari awal mula hidupnya mulai menggunakan narkoba. Pembuatan karya ini bertujuan untuk menginspirasi dan memotivasi para korban pengguna narkoba dan para masyarakat. Karya ini diharapkan juga dapat mengangkat sosok Yerry Pattinasarany yang tengah berjuang melawan stigma masyarakat dan kepedulian terhadap para sahabat adiksi. Dengan diproduksinya buku biografi ini, diharapkan kisah kehidupan Yerry Pattinasarany dapat dijadikan sebagai motivasi dan inspirasi. Buku biografi Yerry ini juga ingin memperkenalkan sosok ayah Yerry, Ronny Pattinasarany sebagai kapten legendaris Timnas Indonesia dan sebagai ayah dari Yerry Pattinasarany.

LanguageBahasa indonesia
PublisherAndre Kusnadi
Release dateJan 14, 2019
Yerry Pattinasarany: Pesan Restorasi
Read preview

Related to Yerry Pattinasarany

Related ebooks

Reviews for Yerry Pattinasarany

Rating: 3.5 out of 5 stars
3.5/5

4 ratings1 review

What did you think?

Tap to rate

Review must be at least 10 words

  • Rating: 5 out of 5 stars
    5/5
    Sangat informatif. Memberikan gambaran detail tentang perjalanan waktu melalui berbagai kesakitan. Poin penting mengenai orangtua yang harus selalu ada di samping anak - anaknya dalam segala situasi dan kondisi memberikan pelajaran kepada pembaca untuk melakukan hal yang sama kepada anak - anaknya. Terima kasih untuk pengalaman ini.

Book preview

Yerry Pattinasarany - Andre Kusnadi

Shop

Chapter I

YERRY PATTINASARANY

Botak, bertato, pecandu narkoba, masuk dalam daftar pencarian polisi, mencuri, berkali-kali dikeluarkan dari sekolah, keluarga dan kerabat bahkan menolaknya.

Tidur di pinggir jalan, diinjak, diusir dan disiram air oleh warga sekitar, hingga dibuang oleh temannya ke selokan, merasa benar-benar menjadi sampah masyarakat.

Apakah masih punya masa depan?

Kehidupan seorang pemuda yang sehat menjadi hancur setelah ia diperkenalkan dengan zat-zat Psikotropika atau obat-obatan terlarang. Psikotropika sendiri merupakan obat yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga mengakibatkan gejala kelainan perilaku disertai timbulnya halusinasi, ilusi, dan gangguan cara berpikir.

Pemakaian Psikotropika secara berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan serta menimbulkan berbagai macam penyakit fisik maupun psikis. Bahkan tak jarang menimbulkan kematian pada penggunanya.

Sekolah Menengah Pertama. Pada umumnya, saat-saat ini merupakan saat seorang anak remaja mulai mencari jati dirinya. Henry Jacques Pattinasarany atau akrab disapa Yerry Pattinasarany, merupakan seorang pemuda yang pintar dan mendapat peringkat di kelasnya. Memiliki keluarga yang harmonis, Yerry dianugerahi ayah seorang pesepakbola terkenal, ibu, adik serta kakak yang mengasihinya. Yerry bahkan pernah menjadi atlet tenis Indonesia yang menempati peringkat 4 ditingkat usia U-16.

Tak banyak mendengar namanya, namun prestasi sang ayah Alm. Ronny Pattinasarany tercatat pernah mengharumkan nama Indonesia. Beliau merupakan pemain sepak bola legendaris Indonesia. Berhasil meraih penghargaan pemain Asia All Star pada 1982 hingga menjadi kapten Tim Nasional Indonesia di era 1970-an sampai 1980-an. Lebih tepatnya, saat Indonesia menjadi salah satu tim sepak bola raksasa di Asia.

Namun, semua prestasi dan kebanggaan yang Ronny pernah capai, harus ia tinggalkan untuk meng’kapteni’ keluarganya yang tengah dilanda ‘badai kehidupan’.

Tinta hitam kehidupan Yerry ini dimulai ketika ia baru menginjak usia 15 tahun. Berseragam di salah satu sekolah ternama di Ibukota, Yerry tidak menyangka bahwa sang penjual jajanan di sekolah menuntunnya ke dalam dunia obat-obatan terlarang.

Hari itu, langit bersahabat. Teriknya matahari membuat seragam sekolah pemuda itu basah. Panas yang menyengat, sesekali ia mengusap keringat pada dahinya. Ditarik-tariknya kaus dalam agar tubuhnya merasakan angin kecil. Petenis muda itu memesan sebuah minuman dingin untuk meredakan dahaganya.

Tengah asik menenggak minumannya, sang pedagang mulai mendekati Yerry secara perlahan.

Awalnya ia tidak begitu tertarik menanggapi sang penjual jajanan tersebut. Namun, rasa acuh berubah menjadi penasaran ketika sang pedagang mengeluarkan beberapa pil kecil berwarna kuning.

Menoleh ke kiri dan kanan. Pedagang tersebut menyeludupkan beberapa pil ke tangan Yerry.

Nih Yer buat lo! ujar sang pedagang.

Pil apaan nih? tanya Yerry penasaran.

"Udah pokoknya minum aja, ini bakal bikin lu lebih happy, lebih seneng, bahagialah pokoknya" jawab sang pedagang.

Tak mengetahui pil tersebut merupakan narkoba bernama Diazepam, Yerry akhirnya menerima pil dari penjual jajanan yang ternyata merupakan seorang bandar narkoba.

Diazepam sendiri merupakan obat yang memunculkan efek tenang. Obat ini mengobati rasa kecemasan, sulit tidur, kejang, dan sindrom kaki resah. Efek samping dari obat ini membuat penggunanya merasakan penurunan pernapasan, meningkatnya resiko rasa ketakutan, dan sulit untuk berkoordinasi. Diazepam biasanya disalahgunakan oleh para pecandu, sebab obat ini bisa dikatakan sebagai Heroin yang murah.

Rasa penasaran mulai mengerubungi pikiran pemuda yang masih polos itu. Dalam benak saling berargumen untuk memutuskan mengonsumsinya atau menolak, sementara Yerry masih sangat ingin mengetahui akan seperti apa rasanya.

Akhirnya ia putuskan untuk mencoba pil yang diberikan itu, dan setelahnya ia tak sadarkan diri.

Hingga kini, saya tidak mengetahui apa yang terjadi setelah itu. Namun yang saya sadari pasti, itulah awal dari kehancuran hidup saya setelah menggunakan obat-obatan terlarang, Ujar Yerry.

***

Hari demi hari Yerry menjadi bergaul dengan penjual jajanan sepulang sekolah, ia semakin mudah mendapatkan narkotika tersebut. Dua hingga lima kali ia dapatkan pil tersebut secara gratis. Namun tidak untuk seterusnya, Yerry harus merogoh koceknya sebanyak lima ribu rupiah untuk 12 butir saat itu (1996).

Ada barang gak? Bagi dong! ujar Yerry kepada pedagang.

Ada bos, tapi sekarang udah gak gratis, rugi bandar, 5000 per 12 bos, jawab pedagang

Setiap akhir pekan Yerry mengkonsumsi narkoba. Tubuh Yerry terkadang mulai merasa ingin sekali menggunakan obat-obatan tersebut. Yerry menggunakan uang jajan dari orangtua yang ia tabung untuk membeli obat-obatan terlarang.

Yerry juga mendapatkan teman-teman baru yang merupakan pemakai narkoba dan pengedar. Tak butuh waktu lama bagi Yerry untuk juga menjadi konsumen langganan obat-obatan tersebut. Setiap akhir pekan, Yerry selalu pergi ke rumah bandar untuk membeli barang haram tersebut. Telah menahan selama 5 hari tidak pakai narkoba, tubuhnya menanti sensasi dari penggunaan narkotika.

Awalnya Yerry hanya mengkonsumsi Diazepam, namun teman-teman Yerry mulai memperkenalkan narkoba jenis lain. Ia menjajal pil bk, rohypnol, dumolid, lexotan, juga nipam.

Buddha Stick, atau yang biasa dikenal dengan Ganja/Marijuana tak ketinggalan dihisap oleh Yerry. Penggunaan Ganja ini membuat tubuh penggunanya merasa lemas, halusinasi, waktu berjalan pelan, mata merah, semua menjadi lucu, euforia, dan tubuh merasa

Enjoying the preview?
Page 1 of 1